Gadget

Samsung Galaxy A18 dan A08: HP Murah dengan Update 6 Tahun 2026

Samsung merilis Galaxy A18 dan A08: dua HP murah dengan layar 90Hz, kamera 50MP, dan janji update hingga 6 tahun — A18 unggul di layar AMOLED, A08 menang di baterai 6.000mAh.

Samsung Galaxy A18 dan A08: HP Murah dengan Update 6 Tahun 2026

Samsung baru saja menyegarkan lini HP murahnya lewat Galaxy A18 dan Galaxy A08. Dua ponsel ini meluncur hampir bersamaan di beberapa pasar pada Oktober 2026, dan keduanya membawa satu janji yang jarang terdengar di kelas harga terjangkau: dukungan update software hingga enam tahun. Bagi pembeli yang biasanya mengganti HP karena sudah tidak dapat pembaruan, janji ini mengubah cara menilai HP murah.

Selama ini, segmen entry-level sering dipandang sebelah mata. Spesifikasinya pas-pasan, layarnya biasa saja, dan masa pakainya pendek karena update berhenti lebih cepat. Samsung mencoba membalik anggapan itu. Galaxy A18 dan A08 memang tidak membawa chipset tercepat atau kamera paling canggih, tetapi keduanya menawarkan paket yang masuk akal: layar 90Hz, kamera utama 50MP, pengisian 25W, dan keamanan Knox Vault. Pertanyaannya tinggal satu: mana yang lebih layak dibeli?

Update 6 Tahun Jadi Senjata Utama

Hal paling menarik dari duet ini bukan kameranya, melainkan komitmen software-nya. Samsung menjanjikan enam generasi upgrade sistem operasi dan enam tahun update keamanan untuk Galaxy A18 dan A08. Di kelas harga seperti ini, dukungan sepanjang itu tergolong langka, dan dampaknya nyata: HP tetap mendapat fitur baru lebih lama, patch keamanan terus berjalan, dan nilai jual kembalinya cenderung lebih terjaga.

Artinya, pembeli tidak lagi sekadar membeli spesifikasi hari ini, tetapi juga membeli ketenangan untuk beberapa tahun ke depan. Buat pelajar, pekerja lapangan, atau orang tua yang memakai satu HP dalam waktu lama, ini justru bisa lebih penting daripada selisih kecil performa chipset.

Galaxy A18: Layar AMOLED dan Kamera Lebih Lengkap

Galaxy A18 adalah yang lebih tinggi di antara keduanya. Layarnya berukuran 6,7 inci dengan panel Super AMOLED beresolusi FHD+ dan refresh rate 90Hz, kombinasi yang membuat scrolling terasa mulus dan warna terlihat hidup untuk nonton maupun main media sosial. Di balik layarnya, Samsung memakai platform Exynos 1610 atau Helio G99+ tergantung pasar, dipadukan RAM 4GB dan penyimpanan 128GB pada varian awal, dengan varian 8GB dan 256GB yang menyusul belakangan.

Sektor kameranya juga lebih lengkap. Kamera utama 50MP ditemani kamera ultra-wide 5MP untuk foto pemandangan dan foto grup, plus sensor 2MP untuk makro. Baterainya 5.000mAh dengan pengisian kabel 25W, bodinya sudah mengantongi sertifikasi IP64 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air, dan rangkanya diperkuat material yang dirancang lebih tahan banting untuk pemakaian harian.

Pengguna memakai smartphone di kafe

Ilustrasi: penggunaan smartphone sehari-hari (AI illustration by Esvege)

Galaxy A08: Baterai 6.000mAh untuk yang Malas Ngecas

Kalau prioritasmu adalah daya tahan baterai, Galaxy A08 justru lebih menggoda. Ponsel ini membawa baterai 6.000mAh, lebih besar dari A18, dengan pengisian 25W yang sama. Layarnya juga 6,7 inci 90Hz, tetapi memakai panel PLS LCD beresolusi HD+, bukan AMOLED. Kameranya lebih sederhana: kamera utama 50MP plus sensor 2MP di belakang dan kamera depan 8MP.

Dapur pacunya mengandalkan Helio G99+ dengan RAM 4GB dan penyimpanan 64GB pada varian awal, serta varian 6GB dan 128GB yang menyusul. Sederhananya, A08 memangkas layar dan kamera sekunder demi baterai yang lebih besar dan harga yang lebih rendah. Buat pemakaian seperti chat, streaming, dan navigasi seharian, trade-off ini terasa masuk akal.

Spesifikasi Samsung Galaxy A18

  • Layar: 6,7 inci, FHD+, Super AMOLED, refresh rate 90Hz; kecerahan puncak belum diumumkan
  • Chipset: Exynos 1610 / Helio G99+ (bervariasi per pasar)
  • RAM: 4GB (varian 8GB menyusul)
  • Penyimpanan: 128GB / 256GB, microSD hingga 2TB
  • Kamera belakang: 50MP utama (f/1.8), 5MP ultra-wide (f/2.2), 2MP makro (f/2.4)
  • Kamera depan: 13MP (f/2.0)
  • Baterai: 5.000mAh
  • Pengisian daya: kabel 25W; pengisian nirkabel belum diumumkan
  • Sistem operasi: Android dengan One UI, 6 generasi upgrade OS dan 6 tahun update keamanan
  • Konektivitas: Wi-Fi 5, Bluetooth 5.3, USB 2.0
  • Ketahanan: IP64 (tahan debu dan cipratan air)
  • Dimensi dan bobot: 164,4 x 77,9 x 7,7 mm; 193 gram
  • Warna: Hitam, Silver, Light Blue

Sebagai pembanding, Galaxy A08 membawa layar 6,7 inci HD+ PLS LCD 90Hz, Helio G99+, RAM 4GB/6GB, penyimpanan 64GB/128GB, kamera belakang 50MP + 2MP, kamera depan 8MP, baterai 6.000mAh, pengisian 25W, dan warna Dark Blue, Silver, serta Green.

Harga dan Ketersediaan

Di Kenya, Galaxy A18 LTE varian 4GB dan 128GB dijual seharga KES 32.000, sementara Galaxy A08 LTE varian 4GB dan 64GB dibanderol KES 23.300. Di Filipina, Galaxy A08 sudah tersedia dengan harga ₱11.190 untuk varian 4GB dan 64GB serta ₱13.090 untuk varian 4GB dan 128GB, sedangkan Galaxy A18 dijadwalkan menyusul pada Desember. Harga dan jadwal resmi untuk Indonesia belum diumumkan, jadi angka di atas sebaiknya dibaca sebagai gambaran posisi harga keduanya, bukan patokan rupiah.

Siapa yang Cocok Membeli?

Pilih Galaxy A18 kalau kamu mengutamakan kualitas layar dan kamera yang lebih fleksibel. Panel AMOLED-nya membuat pengalaman menonton terasa naik kelas, dan kamera ultra-wide memberi opsi foto yang tidak dimiliki A08. Pilih Galaxy A08 kalau kamu butuh HP kedua, HP untuk orang tua, atau perangkat harian yang baterainya bisa diandalkan tanpa sering mencari colokan.

Keduanya sama-sama cocok untuk pembeli yang ingin HP awet secara software. Chipset Helio G99+ memang bukan yang tercepat, tetapi untuk tugas harian seperti chat, media sosial, streaming, dan foto kasual, performanya masih memadai, apalagi dengan dukungan update jangka panjang yang menjaga perangkat tetap relevan.

Samsung Galaxy A18 dan A08 membuktikan bahwa HP murah pada 2026 tidak harus terasa murahan. Dengan layar 90Hz, kamera 50MP, baterai besar, dan janji update enam tahun, duet ini memberi alasan kuat untuk melirik kelas entry-level lagi. Tinggal menunggu harga resminya di Indonesia untuk memastikan apakah keduanya juga akan semurah posisinya di pasar lain.