Redmi K100: Baterai 10.000mAh & Layar 165Hz Gaming 2026
Redmi K100 meluncur di China dengan baterai 10.000mAh, layar AMOLED 165Hz, chip Snapdragon 8 Elite plus chip gaming D2, dan speaker Sound by Bose.

Redmi K100 resmi meluncur di China pada 27 Oktober 2026, dan ia langsung mencuri perhatian bukan karena kameranya, bukan pula karena desainnya yang mencolok, melainkan karena satu angka yang sulit diabaikan: baterai 10.000mAh. Di saat sebagian besar HP flagship masih berkutat di kisaran 5.000 hingga 6.000mAh, Redmi menaruh sel sebesar itu di sebuah HP gaming yang tetap ramping, lengkap dengan bingkai logam dan bodi yang terlihat premium. Peluncurannya digelar pukul 19.00 waktu setempat, dan pemesanan awal di China sudah dibuka sebelum acara dimulai.
Angka 10.000mAh itu bukan sekadar besar. Redmi memakai teknologi baterai silicon-carbon Jinshajiang dengan kandungan silikon 28 persen dan densitas energi 957Wh/L. Artinya, sel yang besar ini tidak harus dibayar dengan bodi yang tebal dan berat seperti batu bata. Redmi mengklaim sel ini sanggup bertahan hingga 1.600 siklus pengisian dan tetap bekerja stabil di suhu minus 20 derajat Celsius. Untuk konteks, kapasitas ini melampaui Redmi K100 Pro (8.580mAh) dan K100 Pro Max (9.070mAh) yang meluncur Agustus lalu, sehingga K100 standar justru menjadi juara daya tahan di keluarganya sendiri.
Layar 165Hz yang dibuat untuk menang
Redmi K100 mengusung layar AMOLED datar 6,83 inci dengan refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak 3.500 nits. Layarnya datar, bukan melengkung, sebuah pilihan yang masuk akal untuk HP gaming karena lebih nyaman digenggam lama dan lebih mudah dipasangi pelindung layar. Redmi menyebut lebih dari 40 game sudah mendukung permainan native 165fps di perangkat ini, jadi refresh rate tinggi itu bukan sekadar angka di brosur.
Responsivitasnya juga serius. Layar ini mendukung pelaporan sentuhan multi-jari 480Hz dan sampling sentuhan instan 3.500Hz, plus fitur perlindungan mata Xiaomi Green Mountain Eye Protection 4.0. Buat gamer kompetitif, kombinasi ini berarti sentuhan terasa lebih nempel dan gerakan di layar lebih mudah diikuti, terutama di game cepat seperti MOBA dan shooter.

Foto: Redmi (promo resmi)
Dua chip: Snapdragon 8 Elite plus chip gaming D2
Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Elite, chip flagship Qualcomm yang diperkenalkan pada 2024. Memang, ini bukan silikon terbaru Qualcomm, tetapi performanya masih berada di kelas atas dan sudah terbukti di banyak HP flagship generasi sebelumnya. Yang membuat K100 menarik adalah pendampingnya: chip D2 khusus dari Xiaomi yang menangani upscaling dan interpolasi frame di dalam game.
Menurut data pengujian yang dibagikan Redmi, dengan frame boost aktif di Honor of Kings pada pengaturan grafis maksimal, K100 mencapai 144fps dengan konsumsi daya rata-rata 1,1W lebih rendah dan suhu puncak 3,9 derajat Celsius lebih dingin. Singkatnya, chip D2 membuat game berjalan lebih mulus tanpa membuat HP cepat panas atau boros baterai. Sebuah kombinasi yang nyambung dengan baterai raksasanya.
Kamera, audio Bose, dan bodi tahan air
Sektor kameranya memakai kamera utama 50MP dengan sensor Light Hunter 800 berukuran 1/1,55 inci, bukaan f/1,68, dan stabilisasi optik. Konfigurasi belakangnya ganda, dengan modul kamera horizontal yang memanjang di punggung perangkat. Di dalam layar tersemat sensor sidik jari ultrasonik, dan bodinya mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu dan air, sesuatu yang masih jarang di kelas harganya.
Urusan suara juga tidak setengah-setengah. Redmi menyematkan speaker stereo simetris yang disetel bersama Bose, lengkap dengan branding "Sound by Bose" di modul kameranya. Ada pula motor getar 0815 X-axis, tujuh antena, dan chip sinyal ganda T1+ untuk menjaga koneksi tetap stabil saat bermain. Warna andalannya adalah Firefly Green, hijau pucat yang segar dan langsung dikenali, dengan total tiga pilihan warna yang disiapkan Redmi.
Harga belum diumumkan, pasar global masih tanda tanya
Satu hal yang belum diungkap Redmi adalah harganya. Sampai peluncuran, belum ada harga resmi untuk pasar China, begitu pula jadwal rilis internasionalnya. Mengacu pada pola seri K sebelumnya, K100 berpotensi hadir di pasar global dengan nama POCO, seperti K100 Pro dan K100 Pro Max yang menjadi POCO F9 Pro dan POCO F9 Ultra di luar China, tetapi hal ini masih sebatas spekulasi sampai Xiaomi mengonfirmasinya.
Bersamaan dengan HP ini, Redmi juga memperkenalkan Clip Neo, earphone open-ear yang meluncur di panggung yang sama. Bagi pembaca Indonesia, kabar baiknya adalah tren baterai jumbo ini sedang memanas di antara produsen China, dan K100 menjadi bukti bahwa HP gaming tidak harus mengorbankan daya tahan demi performa. Kalau harganya nanti kompetitif, Redmi K100 bisa menjadi salah satu HP gaming paling menarik di akhir 2026, terutama buat yang malas membawa power bank ke mana-mana.